Rabu, 09 November 2011

SINOPSIS HELLO GHOST (KOREAN MOVIE)



Cast
Cha Tae-hyeon as Sang Man
Kang Ye-won
Lee Moon-soo
Ko Chang-seok
Release date in South Korea: 2010/12/22
Genre: Comedy, Family
Duration: 01:51:14


Seorang pria yang tinggal sendiri sedang makan sambil menangis dan menonton tv. dalam hatinya ia berkata hari kunjungan anak asuh, banyak orang yang telah mengunjungiku, banyak pula yang brtanya namaku, namun tak seorangpun yang memanggilku untuk diadopsi. Aku orang yg yang telah hidup dipanti asuhan hidup sendirian begitu lama. Hidup terasa begitu keras, tak seorangpun mengingatku di dunia ini. Aku benar2 sudah lelah..

Telpon berdering Kang sang Man (diperankan oleh Cha Tae ..) tetap tidak memprdulikan suara itu, ia terus saja makan obat yang ada didepannya.Dan kembali melihat kea rah tv (ada pertunjukan bola).. Telpon kembali bordering namun Sang Man tetap mengabaikannya. dan ia melihat kea rah minuman yang ada di deoannya sudah kosong, ia memuntahkan makanan atau obat dari perutnya.

Telpon kembali bordering, Sang Man menuju telpon dan mengangkatnya. dan ternyata itu adalah telpon dr org yg enyewa rumah.. Sang Man sudah berkali2 mencoba utk bunuh diri, kali ini ia minum obat (ntah obat apa ituh..) sbnyaknya2nya..  dan tetangganya melihat ia akan bunuh diri..

“hey, ada apa ini? kalau mau mati pergilah ke tempat lain” kata tetangga tersebut
Dan bunuh dirinya gagal lagi..

Keesokan harinya Sang Man melompat ke danau, namun niatnya untuk bunuh diri gagal lagi. ia ditemukan oleh peugas atau pnjaga danau tersebut dan membawanya ke rumah sakit.

Sampai di Rumah sakit iapun sadar dan melihat ke sekeliling Rumah Sakit. Ketika melihat ke sebelahnya trnyata ada seorang bapak yang sedang merokok..dan berkata “penjnguk tidak seharusnya merokok di RS.” bapak tersebut malah mnyemburkan asam rokoknya ke Sang Man.

Seorang suster datang mnghampiri Sang Man dan mangambil sebatang rokok yang ada ditangan Sang Man “Masa kau tidak tau, dilarang merokok di RS” tegur suster..


Sang Man kaget, kenapa bisa batang rokok tersebut ada ditangnnya. Ia memeriksa kembali jari tangnnya dan kemudian memandang kea rah bapak2 yang merokok tadi.

Sang Man di bawa ke ruang rawat dengan tempat tidurnya, ia melihat kesebelahnya si perokok tadi sudah ada dan mengikutinya. Sang Man bertanya: apakah kita harus pergi dengan pria ini??.. Perawat bingung (celingak celinguk..) dan tanpa banyak bicara Sang Man pun langsung dibawa ke ruang psikiater (tes kejiwaan). (wkwk.. Sang Man dikira gila)..

“Bagaimana keadaanku??”
“ahh. harus kita lihat dulu apakah ada komplikasi” jawab dokter.
Dokter langsung bertanya”Sejak kapan kau mulai untuk bunuh diri??
Sang Man “belum lama ini
dok: mengapa kau ingin bunuh diri??
Sang: tidak ada semangat dan harapan untukku hidup
dok: kau sungguh ingin mati??
Sang: Ntahlah, aku tidak mampu untuk melakukannya.
dok: Sbenarnya dengan menahan napas saja bisa..
aku dengar kau punya teman. (Sang Man melihat ke sebelahnya, ada perokok tadi..) dan dokterpun bingung..

dok: Mungkinkah dia yg menghasutmu untuk bunuh diri??
Sang: Tidak, aku baru mmelihatnya kali ini di RS.

Sang mendengar suara tangisan perempuan di ruangan dokter, Sang pun mencari sumber suara tersebut dan ia mendekati lemari yang ada di ruangan.. ia membuka lemari dan melihat ada seorang perempuan yg lg duduk dan menangis. “Apa yang kau lakukan di sini?? Tanya Sang..

“Maaf, Maafkan aku menangis di sini” jawab perempuan itu
Sang Man bertnya : kenapa orang ini ada di sini??.. Dokter dan perawat lainnya melihat kea rah lemari tersebut namun tidak ada orang di dalamnya. dokter makin bingung dan langsung menelpon perawat lainnya “Tolong bawa pasiennya”

Sang Man membentak dokter : Aku bilang kenapa orang ini menangis di sini??
apa kau benar2 tidak melihat?? Kau ini sungguh keterlaluan! Kenapa kau menyakiti perempuan seperti ini! Apa yang kau lakukan dengan wanita itu”
“Keluar, kau jangan berjonhkok di dalam sana” bentak Sang Man pada wanita itu

Sang Man langsung di bawa keluar oleh dokter dengan tmpat tidurnya.. kali ini dia tidak hanya berdua dengan si perokok tadi, ada satu orang lagi yang bertambah dia adalah wanita yg menangis tadi.


          Sampai di kamar Sang Man ingin keluar dan ke toilet.. di jalan menuju toilet ia bertemu seorang kakek yg sedang jongkok di atas meja suster. Si kakek iseng meniupi kertas yang ada di meja dan si suster pun harus mengambil kertas2 yang brtebaran tersebut. Sang Man mendekati kakek tersebut, namun si kakek berusaha membuat Sang Man takut dengan memperbesar kepalanya. Melihat itu Sang Man ketakutan dan langsung berlari ke kamar. Sesampainya di kamar apa yang dia lihat.. yapp benar ketika dia membuka pintu kamar ternyata di depan kamar tersebut sudah ada hantu yang 3 tadi (si perokok, si perempuan cengeng, dan si kakek).

Sang Man bertanya”Kalian bukan manusia kan?? Mengapa kalian datang padaku??”
Para hantu mengangukkan kepala dan berkata: Mulai hari ini kami bergabung denganmu menjadi satu jiwa.

“apa? apa yang dibagi?”
Tubuhmu jawab si perokok..

Sang Man: Jadi kalian.. 1 2 3 dari kalian akan berbagi tubuh denganku? Hoh.. Kepalaku terasa pusing..(ngomongnya jd gagap gitu. sambil jatuh di lantai..)

            Begitu ia bangun di depannya sudah ada dokter..”Apa tidurmu nyenyak? Apa kasur ini terlalu keras sehingga lebih nyaman tidur di lantai?” Tanya dokter.
“Tentu saja kasur ini lebih lembut dari lantai” jawab Sang Man.
Sang melihat ke arah kasur yang ada di depannya, dan di situ adaseorang anak kecil (sekitar umur 9 tahungituh..)yang sedang loncat2  sambil tersenyum pada Sang Man. Ketika Sang akan bertanya ke dokter tentang siapa anak itu, ia lalu berpikir bahwa hanya dia yg melihat. Sehingga Sang Man tidak jadi bicara.

            Sang Man merasa bahwa hidupnya seperti di neraka, dan akan ditemani oleh keempat hantu tersebut. (si perokok, si prmpuan cengeng, si kakek dan anak kecil)..

            Sang Man menaiki bus menuju pulang.. tetap keempat hantu itu masih mengikutinya. “Akankan kalian mengikutiku, setiap saat, kemanapun aku pergi?” tiba2 seorang wanita menjawab “apa kau tertarik padaku??” (wkwk.. Sang inget kalo hanya dia yg melihat para hantu itu..). orang lain akan mengira kalo dia sdang brbicara dengan wanita yang duduk disebelahnya.

            Hidup Sang Man pun mulai kacau. Ia yang biasa hidup sehat kini hidupnya berantakan. Ia pun pergi ke paranormal dan menceritakan masalahnya. Sang Man ingin agar hantu-hantu itu segera pergi. Namun kata Si paranormal tidak akan mudah untuk mengusir hantu-hantu itu untuk pergi. Mereka hanya akan pergi dengan kemauan sendiri setelah kemauan mereka terpenuhi.
si Paranormal pun berkata “Mereka adalah arwah yg memanggilmu. Bersyukurlah kau tidak jadi bertemu dengan Tuhan. Kau telah selamat kembali ke dunia dan juga mampu berkomunikasi dengan arwah”

Sang Man langsung mjwab”aku hanya ingin mati”
Si paranormal “Kau tidak mungkin mati begitu saja, sebelum kau dipanggil-NYA, mengerti?? Ada arwah yang bisa berbicara denganmu dan mereka tidak akan membiarkanmu mati begitu saja”
Sang Man “Mereka bilang ingin berbagi tubuh denganku”
Paranormal “Itu artinya mereka hanya menginginkan tubuhmu. Merasuki tubuhmu untuk makan, minum dan berbicara. Kamu harus menjaga kesehatanmu karena kebiasaan hidupmu akan berubah”

Sesampainya di rumah ia melihat di rumahnya sekarang ada 4 pasang sepatu.. yaa itu adalah sepatu dari keempat hantu yang selalu mengikutinya.

Sekarang ia dirasuki oleh arwah si kakek, si kakek adalah seorang peminum yang kuat. yah karena si kakek memakai badan Sang Man untuk minum jadi Sang Man pun merasa harus minum alkohol. Si kakek brtanya pada Sang Man, Apa kau tidak minum??. Sang Man langsung memotong “aku sangat mghargai hidup sehat”.
Besoknya begitu Sang Man terbangun dari tidur ia sudah merasa mual dan sakitperut.. yaa ini adalah akibat dari si kakek yang minum tadi malam. Sang Man pun harus melakoni ini meskipun ia merasa sakit.


Berikutnya..  hantu anak kecil sedang makan coklat, dan gak tanggung2 coklatnya banyak sekali.  Lalu bagaimana dengan si perokok, yaa Sang Man harus merokok hingga sampai ribuan bungkus rokok yang sudah ia habiskan.. Si perempuan cengeng harus menangis setiap hari.. Inilah peran2 yang harus dilakoni Sang Man setiap hari. Bagaimana dengan tetangganya yg melihat Sang Man?? Ya, tentu saja mereka heran dengan tingkah laku Sang Man yang berubah2.

Sang Man kesal karena begitu ia bangun orang yang selalu diliatnya adalah keempat hantu itu sedang bermain dan menonton di ruang tamu.. Sang Man marah dan berkata “apa yg kalian lakukan. Kesehatanku itu brharga kau tahu? Apa kau tahu betapa penting kesehatan bagi hidupku? Kalian tidak hidup kan? Mengapa aku hrus trsiksa sperti ini, sungguh sialnya aku..” sambil teriak.. “ Namun para hantu tidak mempedulikannya, mereka hanya melihat dia kea rah dia sebentar dan kembali lagi menonton tv.(hemm.. kasian Sang Man)..


Begitulah Sang Man melakoni hidupnya setiap hari. Ketika ia tidur ia merasa sangat kedinginan. Kamarnya seperti diselimutu es. Sang Man tidak kuat dan kembali menemui si paranormal. Sang Man terus meminta agar para hantu itu bisa pergi dari rumahnya. Hasilnya tetap sama si Paranormal tetap bilang kalau para hantu itu tidak akan pergi. Tunggu saja sampai mereka benar2 ingin pergi. Sang Man merasa sedih dan lelah atas keberadaan para hantu.

Ketika sedang berada di ruang tv, Sang Man menemui para hantu dan duduk di depan mereka. Untuk berbagi dengan kalian apa aku bisa hidup sehat, semua perusahaan memecatku dan tidak menerimaku untuk bekerja, mereka mengatakan aku tidak sehat, jd kumohon kalian jangan begitu..

Apa yang kalian inginkan? Keinginan yg blm trwujud, jika ada aku mau utk mgunakan tubuhku dan mencari cara memenuhi kbutuhan kalian yg blm trwujud semuanya. Setelah keinginan kalian terpenuhi kalian harus pergi dari sini.

Para hantu pun setuju dan mereka mengatakan keinginan masing2.

Sang Man membantu si kakek mencari kamera ke seluruh toko. Mereka mengunjungi semua toko kemera namun kamera yang diinginkan si kakek tidak ditemukan.. Sang Man merasa lelah dan marah. Si kakek pun berkata bagaiman bisa kita menenukan kamera di sini, kameranya ada di tangan orang dan orang itu ada di Chu Jeon..

Sang Man harus ke Chu Jeon untuk mengambil kamera itu. Ternyata kamera itu ada di lemari seorang polisi. Sang Man mengikuti polisi (bayangin yak.. yg ngikutin arwahnya Si kakek tp badannya Sang Man).. Saat itu polisi sedang menjalankan tugas yaitu menangkap penjahat. Siapa kira, kedatangan Sang Man malah membuat rencana polisi utk menangkap penjahat malah gagal. Akibat ini Sang Man akhirnya di bawa ke kantor polisi karena telah menggangu kelancaran tugas polisi.

Di kantor polisi Sang Man bertingkah layaknya orang idiot. Ia mengikuti pembicaraan si polisi, Sang Man mengatai si polisi dan meminta kamera yang ada di lemari. (Trnyata si polisi adalah temannya si kakek makanya dia tahu sesuatu tentang polisi itu). Sekarang urusan si kakek selesaii.. (dipersingkat aja ya.. J)

Sekarang anak kecil.. Sang Man bertanya, apa keinginanmu yang belum terwujud?
Mereka pun menuju bioskop untuk menonton cartoon. Di tempat pembelian tiket bioskop Sang Man bertemu dengan suster yang dulu pernah mengambil batang rokok dari tangannya. Suster besama seorang anak kecil berumur sekitar 8 tahun gitu..  Sang Man mendekat dan bertanya apa kau suka menonton.. si suster hanya manganggukkan kepala. Dan mereka pun mulai masuk bioskop karena filmnya sudah dimulai.

Keluar dari bioskop mereka pun berjalan untuk pulang. Ditengah jalan mereka bertemu dengan orang yang menjual permen. (sejenis abut lotre gitu.. kalo nomornya pas mereka dapat permen yang sangat gede).. Sang Man pun mencoba ikut permainan itu dan ia mdapatkan permen. Sang Man berniat memberikan permen itu ke anak kecil yang bersama suster tadi. Tiba2 Sang Man melihat si hantu kecil dan menghampirina. Hantu kecil marah dan kesal. Bagaimana bisa kau akan memberi permen ini kepada anak itu. Kau mendapatkan permen ini berkat aku. Aku yang telah mendapatkanyya. Sang Man pun menjawab kau sudah mdptkan mainan yg bnyak kau masih ingin mkanan..

Suster datang menghampiri kalau kau tidak mau memberikannya tidak apa2, permennya buat kamu saja. (wkwk.. permennya segede ikan paus sihhh.. makanya pada pngen)..

Si hantu kecil selesai..

Sekarang si perokok..
Si perokok menginginkan mobil yang ada di sebuah komplek. Mereka pun memasuki komplek itu dengan sembunyi2 dan tentu dengan sangat hati2. (Mereka kaya’ pencuri gitu)..
Sesampainya di tempat mobil itu mereka melihat ternyata di dalam mobil yang mereka inginkan ada seorang pria yang sedang mabuk dan menangis.

Si pria itu pun marah dan mengejar mereka (Sang Man dan Perokok).. Si pria hampir menabrak mereka berdua.. si pria itupun lalu brhenti dan menangis kenapa kau berselingkuh kenapa kau meninggalkanku..(ternyata ia lg ngomongin istrinya)..

Sang Man mendekat dan berkata, aku bisa membantumu tapi kembalikan mobil itu. Ya Sang Man pun mencari istri si pria itu.. ia menemukan keberadaan wanita itu danmengikuti kemana ia pergi. Wanita itu menuju rumah sakit, ketika diperiksa ternya wanita itu sedang hamil dan ia terkena penyakit kanker paru2..

Sang Man menemui si Pria tadi dan menceritakan semua “istrimu lg hamil, yg menjadi prmasalahan bukan mobilnya tp kbiasaanmu mrokok, istrimu kena kanker paru2,  dia tdk mnyerah untuk pngobatan ankmu..” Pria itupun menangis dan ia menemui istrinya serta minta maaf. Pria itu berkata,”kau seharusnya memberitahuku. Bagaimana bisa anak itu hidup sendiri.”  wanita itu menjawab” anak ini akan baik2 saja” Menangis… :’(

Akhirnya mereka mendaptkan mobil itu. Si perokok mengemudi dan menuju ke pantai. si perokok memulai pmbicaraan “Bagaimana, anginnya semilir. sangat menyenangkan. Ini pertama kalinya kau ke pantai kan?”Sang hanya diam dan mengikuti si perokok..


Di pantai mereka mengobrol tentang kehidupan si perokok ia sudah menikah dan mempunyai 2 anak. Menikah itu sangat menyenangkan. Dua orang yang menikah akan menghiasi hidup bersama. Kata si perokok.

Sang Man mlanjutkan prcakapan “apa kau senang?”. Ya tentu saja senang Dari seorang diri menjadi beberapa org. Tidak peduli betapa sulitnya mencari nafkah, tanganmu akan lebih kuat, keluarga adalah yg menjadi penyemangat dalam hidup. jawab si perokok.

Si perokok mengajak Sang Man berenang. Sang Man tidak mau karena ia tidak bisa berenang. Si perokok pun langsung menuju laut dan tentu saja badan Sang Man juga ikut.

Sang Man berteriak “Kau kekanakan sekali. Kau meminta mobil sekarang kau memintaku berenang. Aku bisa mati, aku tidak bisa berenang. Ini benar-benar dingin.”

Si perokok: “Tenanglah, aku ada di sini. Jika kau tenang tubuhmu akan mengambang dengan sendirinya. Tenanglah.” (Hoho.. baik nih si perokok)..

Dalam hati Sang Man ia berkata ini prtama kalinya aku k laut. Jujur ini pertama kalinya aku k laut. Begitu luas dan menyilaukan sungguh benar-benar istimewa.

Di kejauhan ternyata hantu yg lain (Si kakek, si perempuan cengeng dan anak kecil) sedang melihat Sang Man yang sedang berenang. Mereka tersenyum dan terharu.

Sampai di rumah mereka para hantu merasa senang.
Si perokok berkata: Aku sudah lama tidak menyetir, lelah sekali. 
Si perempuan cengeng: ya menyetir seharian pasti lelah sekali.
Si kakek: Hari yang panjang, bagaiman kalau kita minum Hongxia.
Si hantu kecil: belajar brenang hnya dlm sehari bagaimana bisa..

(Lagi) Sang Man berbicara dalam hatinya, pertama kalinya aku tinggal brsama yg lain, meskipun… alngkah lebih baik jika itu adalah org hidup.  Ia memandangi ke empat hantu yg sedang menonton tv dngn gembira. Sang Man pun tersenyum.

Keesokan harinya Sang Man dan keempat hantu sedang menjilat permen yang di bawa hantu kecil kemari.. Mereka terlihat sangat menikmatinya dan mereka terlihat layaknya sebagai keluarga.

Sang Man ingin pergi berbelanja. Keempat hantu itu pun ikut menemaninya. Di dalam mobil Si perokok mengambl sebatang rokok dan kemudian menghisapnya, namun si perokok segera membuang rokok itu. Sang Man heran dan bertanya “Apa kau ingin berhenti merokok? Kau ingin menjaga kesehatan tubuhku? Apa kau jg terkena kanker paru-paru? (Di sini Sang Man nanya apakh si perokok meninggal karena kanker paru2)
si perokok menjawab; Tidak. Aku kecelakaan lalu lintas..

Tiba2 suara serene mobil polisi terdengr. Mereka di kejar oleh polisi. Karena mereka membuang puntung rokok sembarangan. Sang Man pun di bawa ke kantor polisi (wkwk.. untuk yang kedua kalinya..). Sang Man tidak punya SIM sehingga ia harus berada di kantor polisi sampai ada yang menjemputnya. Sang Man berkata pada si perokok “Taukah saat2 yg org nantikan? Festival musim semi dan juga natal dan tahun baru. Karena mereka kesepian
(mlihat k arah s prokok). Memikirkan yg lainnya jg mereka mrasa ksepian. Tetapi kali ini yg lain bgitu terlihat brbahagia..lalu aku brpikir, aku memang terlahir bgini. Aku harus jalani hidupku sndiri, jadi aku harus bekerja. Menikahi gadis yg aku cintai. Punya dua anak. Seberapapun lelahnya tp itu semua demi keluargaku. itulah inpian hidupku. Tp utk org yg hidup tnpa keluarga hal itu tdk mungkin, sungguh menyedihkan untuk hidup seorang diri di panti asuhan. Fotoku selalu sendirian, tp aku slalu brfikir ada kluarga utkku d suatu tmpat. Keluarga yg tak terlihat. Memikirkan mreka sebagai ayah dan ibu. berpura-pura seperti itu pd diriku sndiri”



Saat Sang Man berbicara dengan perokok itu ternyata suster yang waktu itu nonton cartoon datang menjemputnya ke kantor polisi.. Suster mendengar pembicaraan Sang Man. Suster langung bersandar k dada Sang Man (Sang Man kagett.. )


Akhirnya Sang Man pun bisa di bawa keluar dari kantor polisi. Di dalam bis mereka pun mengobrol. Sang Man bertanya apa yang kau lakukan tadi. Kau bersandar di dadaku. Oh itu aku lagi mendengar detak jantungmu, dan ternyata masih normal. Ayah mu Mewariskan jantung yang sehat untukmu.. jawab suster..
Sang Man melanjutkan kalau begitu biar adil aku jg harus mendengar jantungmu.. Sang Man mendengar suara jantung suster, dan jantungmu berdetak sangat kencang.. kata Sang Man. (wekeke.. bunga2 inta mulai muncul..)

Di rumah sakit suter memarahi ayahnya yang sedang di rawat di rumah sakit. Ayahnya sedang bermain kartu dengan pasien lainnya.

Selanjutnya, Si perempuan cengeng. Apa yang kau inginkan? kata Sang Man.

Aku hanya ingin orang-orang menyukaiku. Membuatkan sendiri masakan untuk mereka. jawab si perempuan cengeng.

Sang Man : Kalau begitu buatkan daftar orang-orang itu, yang bisa memenuhi keinginanmu. Orang2 yg kau harap utk makan malam.

Perempuan cengeng itu pun menangis lagi “Maafkan aku tidak bisa menjawab saat ini. Maafkan aku. Bagaima kalau kita makan bersama? “

Sang Man : Apa itu tidak merepotkanmu?
ibu cengeng: oh.. tidak..tidak ada yang direpotkan. Bergabunglah bersama kami.

Keesokan harinya si ibu cengeng membawanya ke rumah sakit dan ternyata si ibu menginginkan makan bersama suster Jeong Yeon Soo (hoho trnyata itu namanya suster.. udh nonton lama baru ketauan namanya..hee)..
Sang Man menemui suster itu dan ia hampir menyentuh Yeon Soo dan berkata “wow, jepit rambutmu indah sekali”.. Suster yang mlihat itu pun lagsung tersenyum dan malu. Dalam hati Sang Man “hoh.. hampir saja aku menyentuhnya” (yahh.. itu kan yg mau nyentuh adalah si ibu cengeng)..

Ketika mereka sedang berbincang2 ayah Yeon Soo datang (lg di rawat di RS itu jg ceritanya)..
Ayah Yeon Soo mengikuti pertanyaan mereka sekaligus bertanya apakah Siapakah Sang Man, apakah ia sudh menikah dan apa hubungann Sang Man dengan putrinya Yeon Soo. Ayah Yeon Soo mngatakan kalu ia sangat ingin putrinya segera menikah. Ia ingin sekali bisa menghadiri pernikahan anaknya, Yeon Soo.

Yeon Soo yang mendengar prtanyaan2 itu tidak suka dan langsung membentak ayahnya sekaligus menyuruh ayahnya pergi.

Sang Man yang melihat itupun terkejut dan menyuruh Yeon Soo untuk memberi hormat pada ayahnya. Tapi Yeon Soo malah marah dan berkata “Ayahku tiba-membicarakan bagaimana menjalin hubungan”. Aku tidak keberatan.. jawab Sang Man

Yeon Soo: Kau tidak tau bagaimana ia memperlakukanku.
Sang Man: tapi beliau adalah keluargamu.
Dengan nada marah Yeon Soo menjawab “Yang kau bilang hanya keluarga, keluarga dan keuarga. Karena kau tdk mmpunyai keluarga, jd kau mnganggap lebih baik untk punya kluarga? Tetapi tdk bagiku. Aku tdk mnginginkan dia sbg keluargaku..maaf sang man (nada keras), tp tdk usah mgurus hidup org lain” Yeon Soo lgsung meninggalkan Sang Man..

Sang Man yang mendengar itu langsung pulang ke rumah. Ia mengambil barang-barangnya untuk dijual.. Keempat hantu yang dirumahnya hanya bisa diam dan bingung melihat tingkah Sang Man.

Di rumah Sang Man (Suara bel berbunyi), ternyata yang datang adalah ayah Yeon Soo. Ia menyampaikan beberapa pesan untuk disampaikan kepada Yeon Soo.

Keesokan harinya ayah Yeon Soo meninggal dan Sang Man menemui Yeon Soo..
Sang Man memulai pembicaraan: Yeon Soo, Aku mungkin sulit dipercaya. Tapi aku benar-benar bisa lihat arwah yang sudah mati. Aku tau ini sulit untuk kau percaya. Ayahmu telah datang menemuiku, dia memintaku untuk menyampaikan padamu “Maafkan Ayah”.


Yeon Soo: setiap harinya aku mndengar suara degup jantung ibuku, degup kencangnya trdengar jelas, smakin lama semkin pelan ku dengar, sampai akhirnya trdengar semakin lemah, lemah dan lemah. Sampai suatu hari aku mendengar degup jantung itu hilang, aku begitu takut sendirian melihat ibuku meninggal. Uang bukanlah masalah, yg aku inginkan adalah ayahku segera pulang secepatnya, bagiku hanya kenangan itu yg tersisa, maafkan aku, aku mohon diri.

Sang Man kembali ke rumah. Ia mendengar si Ibu cengeng menagis lagi.  Sang Man mencari ibu tersebut dan ia menemukannya di lemari.(Tmpat nangis yang paling strategis kya’nya emg di lemari yaa…:p). Sang Man menemuinya dan berkata, bukankah kau bilang ingin membuatkan makan malam. Ayo kita harus membeli sesuatu untuk dimasak. Mereka pun pergi berbelanja bersama-sama.   

Malam hari ketika ibu cengeng memasak (dengan tubuh Sang Man tentunyaa..) suara bel berbunyi. Sang Man membuka pintu dan ternyata yang datang adalah Yeon Soo.

Yeon Soo: Apa kau sedang bersama orang?
Sang Man: Oh tidak.. aku sedang sendirian. Aku memasak untuk makan bersama denganmu.

Mereka pun makan bersama dan ketinggalan si 4 hantu jg ikutan makan..

Yeon Soo: Apa kau benar2 bisa melihat arwah orang mati. Benarkah itu?? Ditempat kerjaku hampir setiap hari ada yang meninggal, sebelum mereka semua meninggal, kau brbicara dgn mereka dan jg brtemu dgn ayahku. Memikirkan itu semua aku mrasa lelah, terima kasih ats makan malamnya. Aku pamit..

Sang Man berbicara dalam hati: seperti apa diriku sbnrnya, kau tentu saja blm mgetahuinya
Sang Man kmbali ke kamar dan mlihat kmbali  kemeja makan “bukankan aku tlh memenuhi keinginan kalian semua?? Hei bocah setelah film itu kau belum mau pergi juga? Dan juga kakek utk menemukan kamera utkmu hingga aku d tahan kau blm pergi jg? Hei perokok berat, untuk mbuat semuanya masuk akal, aku harus prig k kantor polisi ini semua blm cukup untukmu, kau belum pergi juga? Ajumma cengeng, aku sudah makan masakan buatanmu, kau bisa pergi, aku sudah mmnuhi semua yg kalian inginkan. Sekarang kalian semua pergilah” Sang Man pun masuk kamar dan mbanting pintu.. 4 hantu itu hanya bisa diam.

Besoknya ia sudah tidak ditemani oleh hantu itu lagi. Sang Man hidup sendiri lagi tanpa hantu pengganggu itu.

Belakangan ini rasanya begitu normal (dalam hati Sang Man). Sambil mengemudi Sang Man mengingat kenangan2 ia bersama Yeon Soo.

Yeon Soo menemukan sepatu di tempat ayahnya sering bermain kartu. Ternyata sepatu itu dibeli ayahnya Yeon Soo. Yeon Soo tak kuasa menahan tangis.. ia pun mengingat ayahnya kembali.

Sang Man menemui Yeon Soo yang sedang berada di meja suster. Kau belum makan siang? Bagaimana kalau makan bersamaku. Tanya Sang Man..

Sang Man dan Yeon Soo keluar menuju taman. Mereka duduk di sebuah kursi dan Yeon Soo mulai bicara “Saat aku tau dia akan mati, bahkan anggota keluargapun tdk bisa mngingatnya, lg pula aku td lagi teringat pada ayah dan ibuku, maafkan masalah kemaren, bagiku itu hal yg sulit aku prcaya.”

Sang Man: tdk apa2 lg pula hantu2 itu kini sudah pergi, aku sungguh benci mereka, si perokok si alkohol, si rakus, si cengeng.. semua itu sungguh merepotkanku, mereka sudah pergi dariku skrg, jd aku bukan org yg seperti itu lagi. Saat aku brfikir untuk mati akan nada seseorang membangunkanku, saat aku trbangun aku mrasa sedih krena tdk mati, asap2 telah memenuhi penglihatanku di dalam asap tersebut yg aku lihat adalah Yeon Soo, akhirnya aku terbangun dan saat aku mrasa hidup, wajah Yeon Soo lah yg ku lihat” (wkwkk.. gombal bgettt…)

Yeon Soo mulai makan kimbab yang di bawa oleh Sang Man. Sang Man pun ikut memakannya.

Kemarin itu aku teringat, dibanding kimbab yg kamaren, yg ini tidak ada bayamnya tapi kau tetap mencucinya dgn air seledri ya?? Tanya Yeon Soo.

Sang Man: Oh itu.. ibuku bilang air seledri bagus utk darah, dan bayam bisa mmbantu reproduksi darah”

Yeon Soo menganggguk anggukkan kepala.

Sang Man tiba-tiba berhenti mengunyah makanannya.. (Jreengg apakah yang terjadi??)
  
Sang Man ingat ketika ia masih kecil ibunya pernah berkata bahwa air seledri itu baik utk memurnikan darah (saat mncucu sledri).. ia ingat bahwa ibunya sangat mnyayanginya
Saat ia kecil ibunya prnah bilang”Sang Man saat kita brsama. Saat kita blanja brpegangan tanganlah dgn ibumu”

Tak kuasa menahan tangis Sang Man pun pergi meninggalkan Yeon Soo..
Ia sadar kalau ternyata hantu kecil yg selalu mengikutinya itu adalah kakaknya, yg selalu melindungi nya dan sangat mnyayanginya saat ia masih kecil.
Si pemabuk ternyata adalah kakeknya.
Si perokok adalah ayahnya. Ibu cengeng adalah ibunya.. Mereka berempat meninggal pada saat kecelakaan mobil, hanya dia (Sang Man) yg selamat dan brtahan hidup sedngkan keluarganya meninggal d tmpat..
Sang Man sangat sedih dan ia terus berlari menuju rumahnya. Sampai di rumah ”Dimana, Dimana. Mengapa kalian begitu egois. Keinginan kalian sudah terpenuhi lalu tiba2 menghilang, mengapa tdk memberi tahuku semuanya?? Kalian pergi tanpa seaptah kata pun, mengapa aku selalu ditinggalkan?? Kalian tidak bisa pergi begitu saja, jangan pergi jangan pergi,”

Tiba2 si hantu kecil pun berlari ke depan Sang Man..
Sang Man menangis dan berkata ”hyung”
Hantu kecil berkata ”Kang Sang Man masih anak kecil yg ceria dan juga cengeng. Aku tinggalkan mainan ini utkmu (nunjuk robot2an) bermainlah, kakak tdk akan main mainan anak kecil seperti ini..kau suka dgn mainan anak kecil itu kan?? Jgn biarkan anak lain meminjam mainanmu. Mengerti??” Sang Man tersenyum sambil menangis.

Si kakek langsung bicara ”Kau sudah mengatakannya,  memikat hati gadis itu sangat mudah”

Si Perokok: ”Anakku tumbuh dgn cepat, brhentilah merokok,”
Sang Man: ”kau yg mgajarkanku mrokok”
Si Perokok:”Bukan ‘kau’.  Ayah. (tersenyum bahagia) aku adalah ayahmu yg juga mengajarkanmu mengemudi dan tak akan mmbiarkanmu tabrakan, Ayah ada di sampingmu, menemanimu mengemudi. Anakku. Ayah memang pengemudi yg hebat, kau tau itu??

Sang Man “Aku mengerti ayah”


Si ibu cengeng mulai bisara: ”Maafkan aku”
Sang Man :”ibu, bisakah kau membawaku bersamamu. ibu??
Ibu: ”Maafkan ibumu ini. Ibu seharusnya tdk meninggalkanmu sendiri, maaf.. Ibu benar2 minta maaf. Meskipun kita berpisah, sebenarnya ayah, kakak, ibu dan kakek, kami akan selalu terus bersamamu, kami selalu ada. Mengerti??
Gadis itu tampaknya baik apa dia suka masakan kimbap ibumu??

Sang Man (Menganggukkan kepala): suka”
Lalu Sang Man dan ibunyapun berpelukan menangis, tersenyum gembira, itulah yg mereka rasakan sebagai keluarga..

“Ibu khawatir denganmu nak, sebelum ibu pergi,. Terimakasih sudah mengenali ibu. Terimakasih kau telah tumbuh dgn baik”.

Semua tersenyum haru dan bahagia
Mereka pun berpoto bersama tp wlupun ia melihat ibu ada disampingnya, tetap saja potonya masih sendiri, namun ia mrasa bhwa org itu brada dsampingnya.
Dan akhirnya ia pun menikah dengan Yeon Soo dan mempunyai satu anak..

Yang selalu nyelamatin Sang Man saat ia bunuh diri, adalah keluarganya..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar